Monday, December 26, 2016

Apakah Rokok Elektrik / Vapor Aman untuk Kesehatan? Baca Aja !

ROKOK tembakau merupakan candu yang membuat penghisapnya sulit untuk berhenti. Kandungan nikotin pada rokok lah penyebabnya. Meski zat ini dapat membuat pecandunya merasa lebih rileks. 

Lalu bagaimana dengan rokok elektrik atau vavporizer / vapor? Rokok elektrik sebenarnya adalah alat penguap bertenaga baterai. Uap dihasilkan dari liquid atau cairan yang diteteskan pada kapas organik kemudian dipanaskan oleh tenaga baterai.

Rokok elektrik pertama kali dipatenkan oleh Hon Lik, apoteker asal Tiongkok, pada tahun 2003 dan mulai dipasarkan di negeri itu pada tahun 2004 melalui perusahaan Golden Dragon Holdings yang kini telah berganti nama menjadi Ruyan. Bahan cairan untuk rokok elektrik kini telah menemui beragam bahan dan rasa.

Beberapa ada yang menggunakan nikotin cair untuk merasakan sensasi rokok seperti rokok tembakau. Namun, yang sedang populer saat ini justru liquid yang 0 miligram nikotin dan memiliki rasa unik. Seperti rasa vanila, apel dan lainnya. Bahan cairan ini tidak jauh beda dengan bahan pembuat kue dengan campuran perasa.

KONTROVERSI

Presiden salah satu perusahaan rokok elektrik InLife, Craig Youngblood, mengklaim produk buatannya lebih aman dibanding rokok tembakau dan bebas polusi, karena asap yang dikeluarkannya hanya berupa uap. Bukan polutan seperti asap rokok biasa.

Namun, kepala medis dari American Lung Association, Edelman, menyebut pernyataan bahwa rokok elektrik lebih aman belum terbukti sepenuhnya karena efek jangka panjang dari rokok elektrik belum diuji secara klinis.
Sementara para peneliti di University of South California menemukan bahwa rokok elektrik mengandung beberapa logam beracun lebih tinggi ketimbang rokok biasa. Meski, secara keseluruhan rokok elektrik tetap dianggap sebagai pilihan lebih aman dibanding rokok tembakau.

Organisasi kesehatan dunia (World Health Organization) atau WHO sempat merilis laporan berisi anjiran tidak menggunakan rokok elektrik karena produk ini dianggap tetap dapat mengeluarkan racun seperti biasa. Rokok ini juga tidak dianjurkan untuk orang dengan usia di bawah 18 tahun.

Sementara di Indonesia, BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) juga mengeluarkan peringatan tentang rokok elektrik yang dianggap ilegal karena dinilai belum terbukti keamanannya. BPOM menilai rokok elektrik mengandung nikotin cair dan bahan pelarut propilen glikol, gliserin dan dieter glikol. Jika semua bahan itu dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine yang dapat menyebabkan kanker.

Namun bagi para penggemar rokok elektrik, larangan WHO dan BPOM itu dinilai tidak beralasan. Sebab sampai saat ini belum pernah dilakukan uji klinis dampak jangka panjang karena memang rokok elektrik sendiri belum lama beredar. Selain itu, menurut para pengguna, bahan-bahan rokok elektrik saat ini sudah menggunakan bahan foodgrade, sehingga tidak ada alasan untuk menyebut rokok elektrik mengandung bahan berbahaya.

Argumen para penggemar vapor juga seolah mendapat legitimasi dengan dipasarkannya rokok elektrik secara terang-terangan di sejumlah toko online ternama. Seperti Lazada, Bukalapak dan lainnya. Ini seperti membuktikan bahwa rokok elektrik tidaklah ilegal seperti yang dinyatakan BPOM.

Tapi, yang paling harus diperhatikan dari sebuah rokok elektrik sebenarnya bukan pada bahan cairan atau bahan mod yang digunakan. Setiap benda yang bekerja menggunakan listrik baik AC maupun DC (baterai) memiliki risiko terjadinya korsleting. Sekecil apa pun. Sebab, baterai memiliki batas kapasitas dan jangka waktu penggunaan. Apabila baterai ini terlampaui maka kejadian baterai rokok elektrik meledak bukan sesuatu yang mustahil.

Jadi, apakah anda tertarik beralih ke rokok elektrik? Anda yang tentukan sendiri. *


Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon