Monday, December 19, 2016

Hati-Hati! Nonton TV Sambil Tiduran Berisiko Sebabkan Kebutaan

Penyuluh kesehatan klinik Sifa dari Subang mempraktikan penggunaan madu bibrid untuk menyembuhkan penyakit mata
PENYAKIT mata buta tapi melek terjadi karena adanya gangguan pada saraf di otak belakang (glukoma). Penyebabnya bisa karena tekanan darah tinggi yang membuat saraf terhimpit, atau bahkan putus. Jika sudah putus, maka saraf tidak bisa diperbaiki.

Penyebab lain terjadinya buta melek adalah penyakit gula/diabetes, benturan di otak belakang akibat kecelakaan, faktor keturunan dan pola hidup. Contohnya, sering nonton televisi sambil tiduran beralaskan benda keras seperti lengan kursi dan lainnya. Cara menonton televisi seperti ini dapat membuat saraf di otak belakang terganggu. Sebab, radiasi cahaya televisi memembuat saraf mata tegang, sementara dari bagian belakang juga saraf tertekan benda keras (sandaran). Akibatnya cairan yang ada didalam tidak bisa mengalir kemana-mana.

Gejala yang dirasakan biasanya adalah alis terasa berat, pegal dan migrain. Selain itu pundak juga terasa berat dan sering keluar air mata tanpa sebab. Pandangan mata juga akan mulai kabur. Untuk memastikan, sentuh air mata yang menetes tersebut, kemudian rasakan apakah lengket atau tidak. Jika terasa lengket atau bau amis, maka segeralah periksakan mata anda ke dokter mata. Sebab, kalau dibiarkan akan menyebabkan kebutaan.

Karena itu, jika ingin menonton televisi sambil tiduran, biasakan menggunakan bantal sebagai penyangga kepala.
Lalu, bagaimana dengan yang saraf glukomanya sudah putus. Untuk yang satu ini belum ada obatnya. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan operasi cangkok mata. Sayangnya, operasi seperti ini tidak ada di Indonesia. Tapi di Singapura.

Harga satu bola mata mencapai Rp 250 juta. Belum termasuk biaya operasi dan perawatan setelahnya yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Sedangkan untuk gangguan mata yang disebabkan terhimpitnya saraf masih bisa disembuhkan dengan sejumlah pengobatan. Baik medis maupun herbal. Untuk medis anda bisa pergi ke dokter. Sedangkan untuk pengobatan herbal, bisa menggunakan madu Bibrid. Ini adalah jenia madu yang dihasilkan oleh lebah Apis. (Lihat gambar di bawah)



Lebah Apis hanya menghisap satu putik bunga seumur hidupnya. Yaitu bunga Kitolod. Dalam bahasa Sunda sering disebut Babakoan. Karena itu, madu yang dihasilkan lebah Apis sangatlan sedikitm dari saru sarang, kemungkinan anda hanya akan mendapat satu tetes saja. 

Lebah ini bisa dibudidayakan dengan menanam bunga Kitolod lebih dahulu. Pengambilan madu bibrid harus hati-hati karena jumlahnya sedikit. Bisa disedot dengan jarum suntik steril. (Bersambung)

*tulisan ini tidak merepresentasikan pendapat dokter atau dunia medis, tetapi hanya gambaran yang dipaparkan penyuluh kesehatan.


Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon