Friday, December 16, 2016

Kota Tasikmalaya Dijuluki Delhi Van Java

Tags

KOTA Tasikmalaya lahir pada 17 Oktober tahun 2001 dibawah pimpinan Bupati H Tatang Farhanul Hakim saat itu. Sebelum menjadi kota dengan 10 kecamatan dan 69 kelurahan, pemisahan Kota Tasikmalaya dari wilayah induknya Kabupaten Tasikmalaya memakan proses yang cukup panjang.

Berdasarkan data yang dicatat Wikipedia, Kota dengan luas wilayah total 184.38 km2 itu awalnya merupakan wilayah pusat pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya di bawah pompinan A. Bunyamin pada tahun 1976-1981. Melalui Permen Nomor 22 Tahun 1976, dibentuk kota administratif Tasikmalaya dengan membawahi tiga kecamatan dan 13 desa. Yakni Tawang, Cihideung dan Cipedes. Sementara 7 kecamatan lain seperti Cibeureum, Tamansari, Kawalu, Purbaratu, Bungursari, Indihiang dan Mangkubumi saat itu masih dimiliki Kabupaten Tasikmalaya.

Pada tahun 2001, Kolonel Infanteri H. Suljana Wirata Hadisubrata, (Bupati Tasikmalaya periode 1996-2001) membentuk tim sukses pembentukan Kota Tasikmalaya sebagai rintisan. Tim ini diketuai oleh H. Yeng Ds. Partawinata SH.

Kala, itu kepemimpinan Kabupaten Tasikmalaya berganti dan di tahun yang sama Kota Tasikmalaya akhirnya terbentuk saat bupati Tasikmalaya dijabat Drs. H Tatang Farhanul Hakim. Lewat Undang-Undang Nomor 10 Tahin 2001 Kota Tasikmalaya akhirnya resmi menjadi daerah otonom dan ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri saat itu.

Pembentukan Kota Tasikmalaya berbarengan dengan otonomisasi sejumlah daerah lain. Seperti Lhoksumawe, Bau-Bau, Cimahi, Lubuk Linggau, Pager Alam, Tanjung Pinang, Batu, Singkawang, Langsa, Padangsidempuan dan Prabumulih.
Kemudian, sehari setelah pembentukan resmi, gubernur Jawa Barat melantik Drs. H. Wahyu Suradiharja sebagai pejabat wali kota saat itu. Sambil menunggu dilangsungkannya pemilihan umum.

Setelah terbentuk, kota yang pada tahun 2015 tercatat memiliki penduduk 808.506 jiwa itu pembanguannya mulai melesat. Wilayah kecamatan yang awalnya hanya tiga bertambah menjadi 10. Penduduk Kota Tasikmalaya terdiri dari suku Sunda, Jawa, Arab, Batak, Minangkabau dan Tionghoa.

Kota ini memiliki julukan Delhi Van Java dan Mutiara dari Priangan Timur.

Sumber: Wikipedia

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon