Thursday, January 26, 2017

Ingin Anak Gak Gampang Nyerah? Latih Daya Pikirnya

Ilustrasi
Memiliki anak yang aktif dan berprestasi merupakan impian semua orang tua. Bukan hanya kecerdasan anak, hal ini juga sangat bergantung pada cara orang tua membimbing dan mengarahkan mereka. Tentu ini bukan perkara mudah.

Dalam rumah tangga, sosok ibu menjadi kunci untuk menjadikan anaknya berhasil atau berprestasi. Baik di lingkungan akademik maupun eksternal pendidikan. Seorang ibu menjadi guru sekaligus motivator bagi anak di rumah. Ketika sang anak berhasil ibu akan merasa sangat bangga.

Ketakutan terbesar yang sering dialami kaum ibu adalah melihat anak mereka menyerah. Anak memang rentan melakukan hal sesuka mereka. Mungkin karena mereka belum tahui banyak hal tentang tantangan dan resiko. Karenanya, dukungan ibu sangat diperlukan.
Caranya dengan mempersiapkan anak. Baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dalam bidang akademik,  ibu bisa memasukkan anak ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) agar dia tidak terlalu kaget saat masuk sekolah dasar nanti. Agar tidak mudah menyerah, ibu bisa memulainya dengan mengenalkan anak pada aktivitas yang membutuhkan daya pikir.

Mulailah dengan permainan-permainan yang mampu melatih daya pikir dan otak. Perlu diketahui bahwa proses belajar bisa dari hal-hal di sekitar. Anak juga sangat rentan dengan emosi. Tak heran anak mudah untuk marah dan menangis ketika keinginannya tidak tercapai. Para ibu hendaknya melatih emosi anak dengan menanamkan nilai-nilai sosial dan agama sejak dini. Cara sederhananya, ajarilah anak untuk selalu menghormati orang yang lebih tua. Lalu ajaklah anak untuk bertemu banyak orang agar jiwa sosialnya tinggi dan tidak menjadi pribadi yang antisosial.

Hal yang tak kalah penting, tetapi sering terluput adalah masalah asupan bagi anak. Asupan menjadi faktor penting karena mendukung kemampuan otak bahkan tulang dan otot. Kendala bagi para ibu yang sering ditemui adalah kesibukan para ibu hingga menyepelekan asupan, terutama untuk sarapan. Seringkali ibu menyiapkan sarapan tanpa memerhatikan kandungan nutrisi dan gizinya.

Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon