Friday, January 6, 2017

Sungai Eufrat dan Tigris Kian Kritis, Tanda Kiamat Sudah Dekat?

Tags

PADA tahun 2013, NASA sempat mengungkap bahwa debit air di wilayah timur tengah telah berkurang. Dikutip tekno.okezone.com, Badan Antariksa Amerika Serikat ini telah mempelajari perkembangan ketersediaan air di timur tengah sejak tahun 2003 hingga 2009, menggunakan satelit Gravity Recovery and Climate Experiment atau disingkat GRACE. Hal itu dirilis dalam situs Nasa.gov pada tanggal 5 Januari 2017.

Di sana disebutkan bahwa ilmuwan University of California, National Center of Atmospheric Reaearch dan NASA Goddard Space Flight Center menemukan bahwa  selama tujuh tahun - tepatnya sejak 2003 - bagian dari Turki, Suriah, Irak, dan Iran sepanjang Sungai Eufrat dan Tigris telah kehilangan 144 kilometer kubik cadangan air mereka.

"Data GRACE menunjukan tingkat yang mengkhawatirkan dari penurunan total penyimpanan air di lembah Sungai Tigris dan Eufrat," kata Jay Famiglietti, peneliti utama di UC Irvine.

Berdasar keterangan berbagai sumber, alasan mengeringnya Sungai Eufrat ialah akibat Bendungan Ataturk. Bendungan ini dibangun untuk pembangkit listrik dan penyedia irigasi bagi lahan pertanian. Sekitar 90 persen dari debit tahunan Sungai Eufrat berasal dari Turki, sementara sisanya berasal dari Suriah dan Irak. Pada pertengahan Januari 1990, fase pertama pembangunan bendungan selesai, Turki menahan seluruh aliran Sungai Eufrat selama sebulan untuk memulai pengisian waduk.

Bendungan Ataturk telah memotong sepertiga dari aliran air Sungai Eufrat. Temuan ilmiah ini mengingatkan kita pada salah satu hadits.

"Hari kiamat tidak akan terjadi sampai sungai Eufrat (mengering lalu) menyingkapkan gunung emas. Orang-orang saling membunuh untuk memperebutkannya. Terbunuhlah pada setiap 100 orang itu 99 orang, namun masing-masing dari mereka berkata, 'barangkali aku yang menjadi orang yang selamat itu," (HR. Muslim).



Comments
0 Comments


EmoticonEmoticon